oleh

Maksimalkan Jaringan Medsos untuk Perluas Branding Produk Bisnis

-Akademia-77 views
Malanginspirasi.com, UMM – Kedengarannya klise dan sederhana. Tetapi bagi mereka yang baru memulai terjun di dunia bisnis, teknologi informasi seperti media sosial dapat menjadi sarana yang efektif untuk mengenalkan branding produk bisnis yang digeluti. Pasalnya, tak hanya relatif berbiaya minim dibanding menggunakan cara-cara promosi konvensional, media sosial juga memiliki daya jangkau yang luas serta cepat menuju sasaran pasar yang dituju.

Demikian diungkapkan Jasmito, salah seorang narasumber dalam diskusi Dinneur Talkshow “Inovasi Berbisnis di Era 4.0” yang digelar di Aula BAU Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Kamis, (12/12). Kegiatan tersebut diinsiasi oleh Himpunan Mahasiswa Agribisnis (Himagri) UMM.

Menurut Jasmito, meski baru dua tahun merintis usaha di bidang sayur organik, produknya sudah mulai banyak dikenal orang. Sering ia bahkan harus pontang panting karena membanjirnya pesanan.

“Pernah ada pesanan dari Kalimantan, Bekasi atau beberapa daerah yang jauh-jauh. Saya terpaksa menolak. Proses pengirimannya terlalu ribet karena untuk produk seperti sayur atau buah, harus dipacking berlapis-lapis. Makanya saat ini saya memilih lebih fokus menggarap pasar Malang untuk sayur organik. Itu pun saya sudah sangat kewalahan,” ujar Jasmito.

Sarjana Biologi Universitas Negeri Malang (UM) ini mengatakan, produk sayurnya bisa melanglang buana karena ia aktif memperkenalkan melalui media online. Selain memiliki web sendiri yang mendisplay aneka produk dagangannya (orgomedia.com), ia memaksimalkan jaringan media sosial seperti Instagram, Facebook, dan semacamnya, untuk berinteraksi dengan sebanyak mungkin orang. Baik itu pelanggan atau bukan.

“Yang penting produk bisnis brandingnya dikenal dulu. Untuk itu saya kerap menyiasati mesin pencari google. Saya “jawil” para blogger Malang atau Tuban untuk saling support web masing-masing (misal bertukar backlink, red) sehingga bisa muncul di halaman pertama mesin pencari google. Muncul di halaman pertama google dengan kata kunci tertentu yang merujuk pada produk kita akan mempercepat dikenalnya produk tersebut,” tutur pengusaha berusia 30 tahun ini.

Membuat akun google bisnis, imbuhnya, juga amat membantu. Hal-hal semacam ini meski terkesan klise dan sederhana, tapi jika dikerjakan sungguh-sungguh akan sangat efektif memperluas jaringan sekaligus pengenalan branding produk bisnis yang ditekuni.

Baca Juga : Workshop Literasi Keuangan untuk Tingkatkan Potensi UMKM

Sedangkan pembicara lainnya, Waskito, lebih menekankan pada keharusan menguasai seluk beluk produk yang dijual.

“Contohnya jualan mangga. Anda-anda harus paham betul jenis-jenis mangga, cara budidayanya, rasanya, di mana produksinya, kapan panennya, dan sebagainya. Hal yang sama juga berlaku untuk bisnis-bisnis yang lain,” katanya.

Narasumber Lainnya di Dinneur Talkshow UMM
(Dua pemateri lainnya, Waskito dan Rudi Hariyanto, merupakan dua pelaku bisnis yang cukup sukses di Malang. Image : Ist)

Di sisi lain Waskito juga mengingatkan pentingnya menjaga relasi, mutu serta sikap jujur agar bisnis yang digeluti dapat bertahan lama. Bidang usaha apa pun, jika dilakukan dengan proses dan cara yang baik, akan menghasilkan output yang baik pula.

“Hasil tidak pernah mengkhianati proses,” tegas pengusaha yang sukses menjalankan aneka bidang bisnis ini kepada ratusan mahasiswa yang hadir.

Baca Juga : Standarisasi Produk dan Kualitas Sangat Penting untuk Perluasan Pasar

Sementara itu, Ketua Pelaksana Dinneur Talkshow, Dicky Syahrial, mengatakan kegiatan menghadirkan para pelaku bisnis untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan ke kampus merupakan bagian dari kegiatan akademik. Meski demikian, banyak manfaat yang bisa dipetik rekan-rekannya sesama mahasiswa.

Dicky Syahrial
(Dicky Syahrial, Ketua Pelaksana Dinneur Talkshow di UMM)

“Konsep untuk kegiatan semacam ini sebenarnya sudah lama. Tahun lalu malahan. Tapi baru bisa dilakukan sekarang karena harus dimatangkan dulu. Apalagi juga tak mudah begitu saja mengundang narasumber para praktisi bisnis datang ke kampus untuk bercerita tentang pengalaman dan kiat-kiatnya menjalankan usaha,” ujar Dicky.

Mahasiswa Fakultas Pertanian Jurusan Agribisnis UMM ini menambahkan, pihaknya akan berupaya rutin menggelar kegiatan-kegiatan senada. Sebab hal ini dapat menjadi tambahan bekal bagi koleganya sesama mahasiswa menghadapi ketatnya persaingan usaha di dunia nyata kelak. Apalagi di era industri 4.0 seperti sekarang.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed